LAPORAN
PROSES PEMBUATAN TEMPE
DISUSUN OLEH :
PUTERA MAULANA
THORIQ BIN ZIYAD
SMPIT MENTARI ILMU KARAWANG
BAB I
- PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu makanan khas dari Indonesia yang dapat dikatakan telah menjadi makanan pokok masyarakat adalah tempe. Tempe merupakan makanan tradisional yang sangat popular dan digemari di masyarakat. Tidak hanya di Indonesia tempe sudah terkenal bahkan ke Eropa. Hal ini tidak lain karena rasanya yang nikmat, harga yang murah dan tentunya mengandung gizi yang baik. Bahan pokok pembuatan tempe biasanya menggunakan kacang-kacangan, seperti kacang tanah kedelai dan dapat pula menggunakan biji lamtoro. Akan tetapi yang paling sering digunakan adalah kacang kedelai.
Melihat dari segi ekonomi konsumsi masyarakt yang begitu tinggi terhadap tempe, maka penting diadakan praktikum ini, Selain karena daya konsumsi yang tinggi, tentunya kemampuan dasar dalam wirausaha berbasis pengetahuan biologi salah satunya dalam membuat tempe sangat penting untuk diketahui.
Tujuan
Membuat tempe dan mengetahui proses pembuatan tempe
Manfaat
Mengetahui cara pembuatan tempe yang baik dan benar dan karakteristik tempe kualitas yang baik.
- ALAT DAN BAHAN
| B
a. ALAT
· Baskom
· Saringan
· Dandang
· Sotel Kayu
· Kipas Angin/Kipas
· KomporTampah
· Lilin
· Tusuk Sate
· Kantong Plastik
b. BAHAN
· Kacang Kedelai
· Ragi Tempe |
gambar 1.
alat dan bahan yang akan digunakan
|
- LANGKAH LANGKAH PERCOBAAN
| 1. Cucilah tampah, ayakan, kipas dan cukil yang akan digunakan, kemudian dikeringkan.
2. Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian dikeringkan.
3. Rendam kacang kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin). |
LAPORAN
PROSES PEMBUATAN TEMPE
DISUSUN OLEH :
PUTERA MAULANA
THORIQ BIN ZIYAD
SMPIT MENTARI ILMU KARAWANG
BAB I
D. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu makanan khas dari Indonesia yang dapat dikatakan telah menjadi makanan pokok masyarakat adalah tempe. Tempe merupakan makanan tradisional yang sangat popular dan digemari di masyarakat. Tidak hanya di Indonesia tempe sudah terkenal bahkan ke Eropa. Hal ini tidak lain karena rasanya yang nikmat, harga yang murah dan tentunya mengandung gizi yang baik. Bahan pokok pembuatan tempe biasanya menggunakan kacang-kacangan, seperti kacang tanah kedelai dan dapat pula menggunakan biji lamtoro. Akan tetapi yang paling sering digunakan adalah kacang kedelai.
Melihat dari segi ekonomi konsumsi masyarakt yang begitu tinggi terhadap tempe, maka penting diadakan praktikum ini, Selain karena daya konsumsi yang tinggi, tentunya kemampuan dasar dalam wirausaha berbasis pengetahuan biologi salah satunya dalam membuat tempe sangat penting untuk diketahui.
Tujuan
Membuat tempe dan mengetahui proses pembuatan tempe
Manfaat
Mengetahui cara pembuatan tempe yang baik dan benar dan karakteristik tempe kualitas yang baik.
E. ALAT DAN BAHAN
| B
c. ALAT
· Baskom
· Saringan
· Dandang
· Sotel Kayu
· Kipas Angin/Kipas
· KomporTampah
· Lilin
· Tusuk Sate
· Kantong Plastik
d. BAHAN
· Kacang Kedelai
· Ragi Tempe |
gambar 1.
alat dan bahan yang akan digunakan
|
F. LANGKAH LANGKAH PERCOBAAN
| 4. Cucilah tampah, ayakan, kipas dan cukil yang akan digunakan, kemudian dikeringkan.
5. Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian dikeringkan.
6. Rendam kacang kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin). |
Gambar 2.
Kedelai direndam dengan air dingin biasa |
| 7. Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air bersih.
|
Gambar 3.
(A) melepas kulit kedelai (B) mencuci kedelai |
| 5. Kukus / rebus biji kedelai tersebut sampai empuk.
|
Gambar 4.
Merebus kedelai |
| 6. Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/kipas angin sambil diaduk-aduk hingga biji-biji tersebut terasa hangat.
|
Gambar 5 .
Kedelai yang sudah direbus, diangin-anginkan |
| 7. Taburkan ragi tempe (RAPRIMA) yang telah disiapkan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk supaya merata (1/2 sendok untuk 1 kg). |
Gambar 6.
Setelah diberi ragi, kedelai diaduk sampai merata |
| 8. Siapkan kantong plastic atau daun pisang, atau daun jati untuk pembungkus. Bila kantong plastic yang digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil pada kantong tersebut dengan menggunakan lidi atau garpu.
|
Gambar 7.
A. memasukkan kedelai kedalam plastik
B. tutup plastic dengan lilin
C. menusuk plastic dengan lidi untuk membuat lubang.
|
| 9. Proses fermentasi kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur. |
Gambar 8.
Kacang kedelai diletakkan di suhu kamar |
| 10. Setiap sore dan pagi hari tempe dibalikkan agar proses fermentasi kacang kedelai merata. |
|
G. PEMBAHASAN
Tempe merupakan makanan yang terbuat biji kedelai atau beberapa bahan lain yang diproses melalui fermentasi dari apa yang secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”. Lewat proses fermentasi ini, biji kedelai mengalami proses penguraian menjadi senyawa sederhana sehingga mudah dicerna (PUSIDO Badan Standardisasi Nasional, 2012).
Berdasarkan hasil pengamatan setelah dilakukan proses fermentasi, maka diketahui bahwa secara umum dapat dikatakan tidak berhasil. Proses pembuatan tempe menggunakan bahan kacang kedelai tidak berjalan dengan baik dimana hampir seluruh tempe kedelai yang dibuat tidak berhasil dimana memiliki aroma berbau tidak sedap dan misellium yang tumbuh tidak merata. Sedang pada kacang merah dapat dikatakan gagal sepenuhnya, miselium tumbuh tidak merata dan memiliki bau tidak sedap. Sedang pada kacang tanah dapat dikatakan berhasil hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan miselium yang baik berwarna putih dan merata walaupun ada beberapa dari produk yang dibuat tidak berhasil.
Dari beberapa hipotesis tidak maksimalnya pembuatan tempe tersebut disebabkan karena kualitas kacang-kacangan yang kurang baik, terutama pada kacang kedelai dan kacang merah. Selain itu, karena pemberian ragi kurang merata sebab pada saat pemberian ragi kacang masih dalam keadaan agak basah serta tempat penyimpanan atau cara penyimpanan yang kurang baik dimana produk ditumpuk beberapa tingkat sehingga menghalangi udara masuk pada lubang-lubang yang dibuat.
H. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan, maka diketahui bahwa proses pembuatan tempe yang dilakukan tidak berjalan dengan baik disebabkan proses pengolahan yang kurang baik.
B. Saran
Sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang jarang digunakan dalam proses pembuatan tempe pada umumnya semisal biji lamtoro.
Terjemah Surat Al ‘Alaq ayat 1-5
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Gambar 2.
Kedelai direndam dengan air dingin biasa |
| 8. Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air bersih.
|
Gambar 3.
(A) melepas kulit kedelai (B) mencuci kedelai |
| 11. Kukus / rebus biji kedelai tersebut sampai empuk.
|
Gambar 4.
Merebus kedelai |
| 12. Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/kipas angin sambil diaduk-aduk hingga biji-biji tersebut terasa hangat.
|
Gambar 5 .
Kedelai yang sudah direbus, diangin-anginkan |
| 13. Taburkan ragi tempe (RAPRIMA) yang telah disiapkan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk supaya merata (1/2 sendok untuk 1 kg). |
Gambar 6.
Setelah diberi ragi, kedelai diaduk sampai merata |
| 14. Siapkan kantong plastic atau daun pisang, atau daun jati untuk pembungkus. Bila kantong plastic yang digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil pada kantong tersebut dengan menggunakan lidi atau garpu.
|
Gambar 7.
D. memasukkan kedelai kedalam plastik
E. tutup plastic dengan lilin
F. menusuk plastic dengan lidi untuk membuat lubang.
|
| 15. Proses fermentasi kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur. |
Gambar 8.
Kacang kedelai diletakkan di suhu kamar |
| 16. Setiap sore dan pagi hari tempe dibalikkan agar proses fermentasi kacang kedelai merata. |
|
- PEMBAHASAN
Tempe merupakan makanan yang terbuat biji kedelai atau beberapa bahan lain yang diproses melalui fermentasi dari apa yang secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”. Lewat proses fermentasi ini, biji kedelai mengalami proses penguraian menjadi senyawa sederhana sehingga mudah dicerna (PUSIDO Badan Standardisasi Nasional, 2012).
Berdasarkan hasil pengamatan setelah dilakukan proses fermentasi, maka diketahui bahwa secara umum dapat dikatakan tidak berhasil. Proses pembuatan tempe menggunakan bahan kacang kedelai tidak berjalan dengan baik dimana hampir seluruh tempe kedelai yang dibuat tidak berhasil dimana memiliki aroma berbau tidak sedap dan misellium yang tumbuh tidak merata. Sedang pada kacang merah dapat dikatakan gagal sepenuhnya, miselium tumbuh tidak merata dan memiliki bau tidak sedap. Sedang pada kacang tanah dapat dikatakan berhasil hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan miselium yang baik berwarna putih dan merata walaupun ada beberapa dari produk yang dibuat tidak berhasil.
Dari beberapa hipotesis tidak maksimalnya pembuatan tempe tersebut disebabkan karena kualitas kacang-kacangan yang kurang baik, terutama pada kacang kedelai dan kacang merah. Selain itu, karena pemberian ragi kurang merata sebab pada saat pemberian ragi kacang masih dalam keadaan agak basah serta tempat penyimpanan atau cara penyimpanan yang kurang baik dimana produk ditumpuk beberapa tingkat sehingga menghalangi udara masuk pada lubang-lubang yang dibuat.
- KESIMPULAN DAN SARAN
- Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan, maka diketahui bahwa proses pembuatan tempe yang dilakukan tidak berjalan dengan baik disebabkan proses pengolahan yang kurang baik.
- Saran
Sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang jarang digunakan dalam proses pembuatan tempe pada umumnya semisal biji lamtoro.
Terjemah Surat Al ‘Alaq ayat 1-5
- Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
- Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
- Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
- Yang mengajar (manusia) dengan pena.
- Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.